Rabu, 15 September 2021

Mengikuti Kelas Puisi





Pada bulan ini, September, saya memberanikan diri untuk ikut kelas puisi. Seperti ada bisikan kalau saya harus ikut kelas ini. Iklan di feed Instagram tentang kelas puisi ini sangat menghipnotis saya dan memang saya seperti terpanggil. Walaupun jujur saya sudah lama sekali tidak membuat puisi. Ya Hanya sekedar tulisan-tulisan puisi sederhana di buku diary. Dan memang itu tulisan puisi yang tercipta saat kondisi tertentu.

Jadi, agar saya bisa terarah dalam membuat puisi dan kembali lagi ke masa saya suka menulis puisi, jadilah saya ikut kelas puisi ini.

Kelas puisi ini di selenggarakan oleh komunitas bilik nulis. 
Bilik nulis adalah suatu komunitas yang mewadahi para penulis pemula untuk bisa menulis dan juga bonusnya bisa menerbitkan buku.

Ya, dengan gabung di bilik nulis dan ikut kelasnya, maka tulisan-tulisan para peserta akan dibukukan.
Nah ini salah satu tujuan saya ikut kelas puisi ini. Mudah-mudahan tulisan puisi saya bisa ada di buku antologi kumpulan puisi yang nantinya akan diterbitkan oleh bilik nulis, yang judulnya " Nyanyian Hujan".

Kelas puisi ini akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Dimulai dari tanggal 6 September sampai 30 September 2021 dan di tanggal 2 Oktober 2021, buku antologi kumpulan puisi sudah akan diserahkan kepada penerbit.

Sudah dua materi yang disampaikan oleh mentor di kelas puisi dan diakhir materi ada tantangan, yaitu membuat puisi.

Tantangan dari materi pertama yaitu memilih judul atau tema puisi dengan cara  screenshot video yang diberikan oleh mentor.

Dan tema yang saya dapatkan ketika screenshoot adalah "suara kerinduan".


Tema puisi yang saya dapatkan ketika melakukan screenshoot

Dan puisi yang saya buat adalah:


-- Suara kerinduan --

Duhai malam yang penuh haru
Dengarkan suara rinduku
Padamu ku mengadu rasa ini
Dengarkanlah wahai jiwa menyendiri

Semilir angin menghembus raga
Terasa merasuk jiwa
Menggoda diri untuk memuja
Suara rindu yang terasa

Ingin ku berlari mendekap rindu ku
Mencengkeramnya ku genggam selalu
Namun tak kuasa ku langkahkan kaki ini
Berat rasanya terikat sang malam meniti

Berat? Iya berat rasa
Tapi tak akan ku biarkan dilan merebut rinduku
Biar kurasa agar merasa

Hanya malam yang mendengar suara rinduku
Di Sela do'a-do'a terpanjat ke langit malam
Sampaikan suara rinduku
Pada jiwa yang sedang merindu

@biliknulis
@kartiniayuwa
#biliknulis
#biliknulisbatch20
#kelaspuisi

Rasanya lega setelah saya menulis puisi ini. Karena memang sudah lama saya tidka menulis puisi dan karena itu saya butuh waktu lama buat memikirkan isi dari puisi ini. 
Waktu yang diberikan dari mentor untuk buat puisi ini hanya 24 jam, jadi saya harus berpikir keras untuk bisa menulis puisi ini.
Dan Alhamdulillah akhirnya bisa saya menuliskan puisi ini.


Untuk tantangan materi kedua berbeda dengan yang pertama. Mentor memberikan satu tema yaitu tentang "Pandemi dan Corona".
Temanya sangat menantang, dan saya sedikit kesulitan untuk membuat nya, karena membuat saya membuka luka yang sebenarnya sudah sembuh. 
Tapi saya harus menuliskan nya.

Puisi yang saya tulis adalah:



-Tak ingin kusapa dirimu-
.

Tak ingin kusapa dirimu
Disela sela kesibukan waktuku
Aku benci suaramu dan derap langkahmu
Bolehkan kubenci dirimu?

Tak ingin kusapa dirimu
Karna kau telah merenggut cinta pertama ku
Bolehkan kubenci dirimu?

Tak ingin kusapa dirimu
Karena kau selalu berisik terus mengoceh
Ocehan receh yang tak ingin kudengar
Walaupun sangat jelas terdengar

Kapan kau akan pergi?
Wahai Corona yang kubenci
Meninggalkan jejak yang tak nyata
Agar kami bisa hidup seperti dulu lagi

Sampai kapan kami hidup dengan mu?
Walaupun aku tak ingin menyapamu 
Tapi kau selalu ada disekitarku
Kumohon pergilah 

Jauh sejauh mungkin

Bandung, 12 September 2021
-wie-

@biliknulis
@kartiniayuwa 
#biliknulis
#biliknulisbatch20 
#kelaspuisi


Alhamdulillah saya akhirnya bisa menuliskan puisi ini.

Jujur, saya bangga pada diri saya sendiri, karena saya bisa menaklukkan diri untuk bisa menulis Puisi. 

Semoga saya bisa terus mengasah kemampuan saya dalam menulis puisi dan mudah-mudahan saya bisa ikut berkontribusi dalam buku antologi puisi yang nantinya akan diterbitkan oleh bilik nulis setelah kelas puisi ini selesai.
Aamiin

Alhamdulillah
-wie-






Jumat, 10 September 2021

Olahraga pilihanku

Saat kami berjalan-jalan di Dago pakar


Olahraga memang menjadi sebuah kebutuhan pada saat ini. Karena dengan berolahraga maka akan membuat tubuh menjadi sehat dan itu kunci di masa pandemi saat ini. Selain makanan yang sehat, istirahat yang cukup, olahraga adalah salah satu cara untuk mempertahankan kesehatan tubuh.

Banyak sekali pilihan olahraga yang bisa dilakukan pada saat ini. Tapi yang menjadi masalah adalah memulai olahraga nya dan tentu saja konsisten melakukan nya. Malas adalah salah satu alasan yang klasik ketika kita tidak melakukan olahraga. 

Manfaat olahraga

Menurut buku "Jurus sehat Rasulullah" yang ditulis oleh dr. Zaidul Akbar. Manfaat dari olahraga akan membuat tubuh kita menjadi kuat dan sehat sehingga kualitas ibadah kita akan lebih meningkat dan bersemangat, serta akan terhindar dari berbagai penyakit. Rasulullah pun melakukan olahraga dna olahraga yang beliau lakukan adalah sholat, berkuda, gulat, berenang, memanah, berenang dan berlari. Wah begitu banyak olahraga yang Rasulullah lakukan, kita sebagai umatnya pasti harus menjadikan beliau teladan, salah satunya dalam hal olahraga.

Selain itu, manfaat dari olahraga akan membantu mengatasi ketegangan dan tekanan dalam beraktifitas, serta akan meningkatkan kemampuan otak dan rangsangan memori, dan yang paling penting bagi kita kaum perempuan adalah mencegah penuaan dini. 

Jadi, kalau kita mau terlihat muda maka rajinlah berolahraga 😊

Jadi apa olahraga pilihanku?

Jalan kaki

Yap, ini adalah olahraga pilihanku. Olahraga yang paling murah dan gampang. Kenapa? Karena tidak memerlukan biaya yang mahal, tidak memerlukan alat, yang diperlukan hanya kaki kita dan  tekad serta keinginan untuk berjalan kaki.

Saya melakukan olahraga jalan kaki mengelilingi jalan sekitar rumah, kurang lebih sekitar 30 menit sambil membawa faz yang masih umur 13 bulan. Kadang memakai gendongan, yang menggendong suami saya, atau memakai stroller. 

Atau kadang-kadang kami pergi ke suatu taman atau tempat yang asri dan kami berjalan-jalan di sana sambil menghirup udara segar. Misalnya kami pernah hiking ke Tangkuban perahu lewat jalan jayagiri, menyusuri hutan. Kemudian kami juga pernah berjalan-jalan ke Dago pakar dan menurut saya ini seru dan segar karena di sana banyak sekali pepohonan, sehingga kami merasakan udara yang bersih dan kami bisa menghirup oksigen alam. 

Berjalan kaki banyak sekali manfaatnya.
Dari buku "9 Langkah mudah  menghafal Al-Qur'an" yang ditulis oleh Majdi Ubaid. al-Hafizh, disana dijelaskan bahwa jalan kaki merupakan solusi ajaib bagi kita yang malas berolahraga.
Apa solusi ajaib nya:

Jadi, apabila seseorang berjalan kaki maka:

1. Sedang menggunakan lebih dari 250 otot
2. Mengurangi resiko terkena penyakit diabetes tipe 2
3. Memperkuat sistem kekebalan tubuh
4. Mencegah infeksi rematik
5. Meningkatkan kekuatan otot
6. Meningkatkan pencegahan terhadap kolestrol
7. Meningkatkan kesehatan mental
8. Mengurangi tekanan darah
9. Meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru.

Sudah terlihat bahwa begitu banyak sekali manfaat dari berjalan kaki. 
Bagi saya yang usianya sudah kepala 4, maka olahraga yang dilakukan lebih baik yang ringan, tidak terlalu berat. 
Tapi memang tetap harus dilakukan secara rutin.

Minimal dilakukan kurang lebih 30 menit setiap hari dan setidaknya berjalan sepuluh ribu langkah. Apakah bisa? Pasti bisa kalau kita segera melakukan nya. Kalau kita terus berdiam diri memikirkan bisa tidka ya berjalan sepuluh ribu kaki, maka tidka akan dilakukan tuh jalan kaki nya. Jadi, lakukan saja dan rasakan manfaat dari berjalan kaki.

Penutup

Olahraga memang kebiasaan dari kami sejak dulu. Suami sangat suka olahraga sepeda dan lari. Dan itu menular kepada saya dan kepada anak-anak. Mereka juga sangat suka olahraga walaupun sedikit kami paksa untuk berolahraga, tapi mereka sangat menikmati ketika disuruh berolahraga. 
Dan kegiatan olahraga yang bisa dilakukan bersama yaitu berjalan kaki dan kadang-kadang kami melakukan olahraga bersepeda bersama.

Selain meningkatkan kesehatan, olahraga bagi kami juga bisa menjadi ajang kebersamaan. 

Semoga kami semua bisa konsisten terus melakukan olahraga, apapun jenis olahraga nya, yang terpenting olahraga harus menjadi kebiasaan yang baik di keluarga kami.

Alhamdulillah
-wie-

Sabtu, 28 Agustus 2021

Review buku "jika kita tak pernah baik-baik saja" penulis Alvi Syahrin




Judul buku : Jika kita tak pernah baik-baik saja
Penulis : Alvi syahrin
Penerbit : gagas media
Genre : buku pengembangan diri
Jumlah halaman : viii + 208 halaman

Alasan

Ketika pergi ke toko buku favorit, saya menemukan buku ini di rak buku top seller. Entah kenapa saya langsung tertarik dengan buku ini. Sebenarnya ada beberapa buku dari alvi syahrin ini, tapi saya memilih buku ini terlebih dahulu, mungkin kaena situasi saya saat itu yang mengharuskan saya baca buku ini.

Buku ini adalah buku pengembangan diri, dimana penulisnya secara terperinci menjelaskan bagaimana seseorang yang terpuruk akhirnya bangkit kembali, tentu saja dengan melalui perjalanan yang tak mudah, dan di buku ini dijelaskan bagaimana tokoh yang ada di buku ini mencoba menemukan jati dirinya ketika dia sedang tidak baik-baik saja yang akhirnya menjadi baik-baik saja.

Alasan yang lain memilih buku ini karena sejatinya kita manusia adalah makhluk yang tidak sempurna. Wajar kalau kita merasa tidak baik-baik saja karena kita manusia yang tidak memiliki kesempurnaan. Teringat lagu dari fiersa bestari yang berjudul pelukku untuk pelikmu, yang sebagian liriknya seperti ini : 

kadangkala tak mengapa
untuk tak baik-baik saja 
kita hanyalah manusia
wajar jika tak sempurna
saat kau merasa gundah
lihat hatimu percayalah
segala seuatu yang pelik
bisa diringankan dengan peluk

Lagu itu menyadarkan saya bahwa memang kita tidak sempurna, jadi wajar kalau kita tidak baik-baik saja, jalani saja apa yang kita rasakan. 

Isi buku

Buku ini diawali dengan cerita tentang seseorang yang putus cinta. patah hati. seakan dunia berakhir. hilang semangat dan merasa kehilangan. Penulis sangatlah apik menuliskan perasaan yang sedang patah hati. Dalam bukunya dituliskan kenapa seseorang begitu egois, tidak memperdulikan perasaan orang lain. Aku ingin jadi egois. besok aku ingin egois. sehari saja. namun bagaimana kalau besok adalah hari terakhirku?
Iya, bagaimana ketika kita egois, itu adalah hari terakhir kita? Merugilah kita. 
Penulis menyadarkan saya bahwa kita butuh menjadi egois, tapi untuk apa? agar kita baik-baik saja? 
Seperti hal nya pertanyaan yang muncul di  bab. jadi, untuk apa kita bertemu? mungkin ini pertanyaan yang tidak perlu jawaban, karena kita tidak tahu apa-apa. Itulah takdir, setiap kita akan bertemu dengan seseorang tapi kita tidak tahu takdir apa yang akan terjadi antara kita dengan dirinya, kita hanya bisa berharap.

Di setiap babnya kata-kata dari penulis sangat mempengaruhi saya dan kadang-kadang saya mengiyakan. Walapun konteksnya ini adalah seseorang yang sedang patah hati, tapi ini bisa dirasakan oleh semua yang sedang mencari jati dirinya atau bahkan yang sedang menumbuhkan kepercayaan dirinya.

Dan, aku berdamai dengan masa lalu
Berdamai dengan masa lalu adalah merasakan sisa rasa sakitnya sebagai konsekuensi kesalahan masa lalu
Berdamai dengan masa lalu adalah merasakan sisa rasa sakitnya sambil terus berdoa agar rasa sakit ini segera pergi
Berdamai dengan masa lalu adalah memperbaiki langkah-langkah di kemudian hari sambil merasakan rasa sakitnya
Berdamai dengan masa lalu adalah menerima realitas bahwa rasa sakit perlu dirasakan kalau mau tahu rasanya sembuh 

Saya setuju dengan ini karena memang masa lalu tidak bisa dilupakan apalagi dihilangkan tapi masa lalu adalah untuk dikenang untuk didalami apa yang menjadi hikmah di balik itu semua.

Dan akhirnya penulis di tengah-tengah bukunya menulis proses healing dari rasa kehilangan itu.
Kemudian juga penulis mengajak para pembacanya untuk merasakan atau mempertanyakan apa arti dari kebahagiaan itu, apa definisi bahagia itu? Di dalam bukunya dia menyebutkan bahwa kita menentukan standar kebahagiaan selalu tersakiti karena sempitnya standar kita.

Kemudian dia juga mempertanyakan tentang arti kebahagiaan itu apa sih?  Apakah tujuan hidup itu adalah kebahagiaan? dan ternyata dalam buku ini dijelaskan bahwa ternyata bahagia juga punya resiko katanya, kita  berpikir bahwa bahgia itulah yang kita inginkan dalam hidup ini, tapi tak ada hidup yang bahagia melulu, jadi tujuan hidup itu bukan kebahagiaan, tujuan dari kita melakukan sesuatu dalam kehidupan ini bukan hanya untuk kebahagiaan, karena memang bagian itu tidak  harus ada di setiap episode kehidupan. 
Kadangkala kita harus merasa sedih terpuruk sehingga kita tahu bahwa kita pernah jatuh, kita pernah sedih dan saat itulah ketika kita merasa bahwa kita jatuh kemudian bangkit dan muncullah rasa bahagia  itulah arti dari kebahagiaan yang sesungguhnya.

Penulis mengajak pembacanya juga merenungkan bahwa tujuan hidup kita itu apa?  penulis mengutip dari ayat Al Quran surat 51 ayat 56 yang artinya "aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaku". Jadi disini penulis mengingatkan kita bahwa tujuan hidup itu adalah untuk beribadah kepada Allah. Kita mencari kebahagiaan untuk sukses kemudian sukses itu malahan menjadi mimpi buruk bagi kita kemudian kita mencari kebahagiaan kekayaan tapi kita sadar uang tak pernah bersama kita bahagia,  jadi kita mencari kebahagiaan lewat apapun yang kita inginkan tidak akan bertahan lama. Jadi kebahagiaan itu pergi datang, pergi datang, sehingga  sampai dia menemukan jawaban dari Allah.


Cara bahagia di dunia yang tak membahagiakan. 
Maka, sebagaimana kamu berusaha bersabar dari takdir yang tak mengenakkan, bersabarlah pula dalam menjadi hamba Allah yang taat,  itulah cara bahagia di dunia yang tak membahagiakan. Memang kadang kita merasa bahwa ketika takdir yang buruk atau yang tidak enak menimpa,  merasa bahwa ini tidak adil, kita sudah melakukan apa-apa yang diperintahkan tapi ternyata takdir atau Allah memberikan takdir yang tidak begitu enak.
Kemudian penulis mengutip ayat Quran surat an-nahl ayat 97 yang artinya "barangsiapa mengerjakan kebajikan baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman maka pasti akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan". Dari ayat ini sudah terlihat bahwa Allah akan memberikan kehidupan yang baik balasan dengan pahala yang baik jika kita menerima sesuatu yang menjadi takdir dari Allah.

Di akhir bab buku  penulis mulai mengajak kita untuk mencintai diri kita sendiri selalu mencintai dirinya sendiri. Bagaimana caranya mencintai diri sendiri?
Momen ketika kamu mencintai Allah adalah momen ketika kamu peduli terhadap dirimu sendiri 
Momen ketika kamu mencintai Allah adalah momen ketika kamu mencintai dirimu sendiri dan itu akan jadi koneksi paling indah yang pernah kumiliki setidaknya untuk dirimu sendiri.

Sebagai manusia wajar jika kita tidak pernah baik-baik saja karena roda kehidupan yang terus berputar membuat diri ini up and down, bahagia sedih, suka duka, sedih tertawa, itu adalah kehidupan yang harus kita jalani sehingga wajar jika kita merasa tidak baik-baik saja karena itulah fitrah dari seorang manusia tapi yang harus kita sadari bahwa ketika kita tidak baik-baik saja kita tidak boleh kehilangan Allah, kita tidak boleh berpegang selain kepada Allah, karena hakekatnya hanya Allah yang tahu hati kita, hanya Allah  yang tahu diri kita bagaimana kita terpuruk bagaimana kita bisa bangkit hanya Allah yang tahu, jadi ketika kita tidak baik-baik saja maka dekatkanlah  diri kita kepada Allah  sang pencipta kita dan minta petunjuknya nya
.
Di halaman terakhir penulis mengingatkan kita bahwa ketika kita ingat kepada Allah maka Allah akan menjanjikan kebahagiaan yang kekal kepada hamba yang berusaha agar dicintainya, itulah sebenar-benarnya baik-baik saja.

Hikmah

Saya akan mengutip ayat 216 surat Al-Baqarah yang artinya : "Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui".

Sebaik-baiknya manusia tetap saja akan ada waktunya merasa tidak baik-baik saja. Seperti ayat di atas, bahwa kita tidak boleh membenci atau merasa bahagia akan sesuatu hal, mungkin itu adalah ujian bagi kamu. Jadi hiduplah dengan menjadi pribadi yang selalu ingat kepada Allah dalam keadaan apapun.

Suatu hari nanti, kamu akan menoleh ke belakang,
mengingat dirimu di masa lalu
yang menangis setiap malam sendiri di kamar, tetapi..
dirimu di masa depan akan tersenyum mengingat hari-hari itu.

Alhamdulillah
-wie-

Jumat, 27 Agustus 2021

Belajar manajemen dapur di kelas ibu kreatif (part 1)



Berbicara mengenai dapur, pasti akan terpikir tentang proses memasak dan mengolah makanan. Selain itu juga akan terbayang alat masak dan semacamnya yang ada di dapur. Sebagai seorang ibu, dapur adalah tempat yang akrab, dalam satu hari berapa kali kita keluar masuk dapur? 2, 3,5 atau bahkan lebih dari 10 kali dalam satu hari. 

Iya memang seperti itulah seorang ibu. Bukan berarti tugasnya hanya di dapur tapi dapur merupakan tempat yang pasti akan akrab dengan seorang ibu.

Nah, karena saya adalah tipe orang yang kurang bagus dalam manajemen apalagi manajemen dapur, akhirnya saya memutuskan untuk ikut kelas cerdas manajemen dapur yang diadakan oleh kelas ibu kreatif. 

Saya dapat informasi ini di Instagram nya kelas_ibu kreatif.  Kelas ini diadakan dari tanggal  23 Agustus - 4 September, sekitar dua Minggu dan kelasnya melalui WhatsApp grup. 

Para peserta nantinya akan dimasukkan ke dalam WhatsApp grup setelah pendaftaran ditutup.

Materi kelas

Materi yang akan dibagikan di kelas ternyata banyak sekali, diantaranya:
  1. Budgeting uang makan keluarga
  2. Menyusun mealplan efektif dan aplikatif.
  3. Food preparation dengan dan tanpa kulkas.
  4. Food preparation MPASI.
  5. Tips masak mudah, cepat dan praktis.
  6. Membuat Frozen food sehat untuk stock lauk.
  7. Langkah cerdas agar dapur minim sampah ( mengolah sisa makanan dan memaksimalkan penggunaan bahan makanan).
  8. Kumpulan tips dan trik seputar dunia perdapuran yang harus diketahui oleh ibu rumah tangga.

Pemateri dalam kelas ini adalah seorang founder @foodpreparation yaitu mba Alun Rahmadani.

Dengan materi yang banyak sekali dan free tanya jawab dengan pemateri membuat para peserta sangat antusias. 
Karena memang manajemen dapur bukan hanya soal masak memasak tapi ada juga tentang bagaimana perencanaan keuangan dapur. 

Financial plan

Kelasnya masih berlangsung, tapi sudah ada materi mengenai perencanaan keuangan dalam keluarga.

Kelemahan saya dalam hal perencanaan keuangan adalah saya belum mampu memisahkan atau melakukan pos-pos keuangan. Jadi mengalir saja, dan ini yang kadang membuat saya bingung, kenapa sepertinya pengeluaran sangat banyak. Dan juga saya kurang dalam hal mencatat keluar masuknya uang. Padahal itu adalah salah satu tujuan dalam melakukan perencanaan keuangan.

Langkah memulai financial plan

Jadi apa saja yang harus dilakukan untuk memulai perencanaan keuangan atau financial plan? Diantaranya adalah:

1. Tentukan tujuan atau goal yang jelas.

Disini dijelaskan bahwa kita harus punya tujuan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. 

Jangka pendek= rentang waktunya sekitar 1 bulan- 2 tahun. Misalnya beli kendaraan.
Jangka menengah= renatng waktunya 2-10 tahun. Misalnya membeli rumah.
Jangka panjang= rentang waktunya lebih dari 10 tahun. Misalnya naik haji, uang sekolah anak.

2. Tentukan pemasukan keseluruhan dan pengeluaran dalam satu bulan.

Seperti yang sudah saya jelaskan diatas kelemahan saya adalah dalam hal mencatat. Dan ternyata ini sangatlah penting. 

Menurut mba Alun, ada beberapa metode dalam merencanakan pengeluaran dalam satu bulan.

- metode Elizabeth Warren.

50% alokasi untuk kebutuhan harian (uang makan, listrik, belanja bulanan, kebutuhan anak, transpor t dll)
30% alokasi cicilan ( bayar rumah, pendidikan anak)
20% untuk tabungan.

- metode 60/20/20

60% aloksai biaya hidup.
20% alokasi tabungan dan investasi.
20% aloksai hiburan (makan diluar, Travelling, tagihan tv kabel dll)

- metode kakeoba Jepang.

Metode mengatur keuangan ala Jepang. Metode ini menekan kan pada jurnal pembukuan tentang keluar masuk nya uang. Dan metode ini cocok untuk pemasukkan berapapun.

3. Sisihkan uang yang ingin ditabung diawal bulan. 

Ini berhubungan dengan tabungan dan darurat.
  • Dana darurat : tabungan diawal kita prioritaskan untuk dana darurat sekitar 6x pengeluaran bulanan.
  • Tabungan: setelah dana darurat terkumpul kita fokuskan menyisihkan uang untuk tabungan dan investasi

4. Buat pos pengeluaran beserta budget masing-masing pos. 

Membuat pos - pos keuangan ini memang susah-susah gampang. Gampangnya tinggal dipisahkan uangnya untuk pos tertentu tapi susahnya kalau sudah ada keperluan lain yang diluar pos itu.
Oleh karena itu memang harus dilakukan dari awal, sehingga menjadi terencana dan juga agar lebih mudah untuk mengontrol keluar masuknya uang.

Penutup

Memang kalau belajar mengenai perencanaan keuangan sangatlah detail dan terperinci. Ini bertujuan agar tidak terjadi " besar pasak daripada tiang" lebih banyak pengeluaran daripada pemasukan. 

Sayapun masih belajar. Sangat jauh, dilihat sih sederhana tapi praktek nya sangatlah sulit.

Materi yang akan disajikan masih banyak. Nanti saya akan share tulisan mengenai kelas ini. 

Saya berharap dengan ikut kelas ini maka akan membuat saya cerdas dalam manajemen dapur.

Alhamdulillah
-wie-


Kamis, 26 Agustus 2021

Permainan yang bisa dilakukan bersama anak-anak

Foto diambil dari IG @parentalk

Bermain adalah suatu aktivitas yang menyenangkan, baik itu buat kita atau buat anak-anak. Tapi tentu saja bermain yang bagus itu adalah bermain yang tidak hanya sekedar bermain tapi harus ada unsur belajar nya dan bisa dengan hal yang sederhana.

Kalau untuk usia dibawah 2 tahun, mungkin bermain dengan orang terdekat merupakan suatu yang harus dilakukan, agar ada bonding atau ikatan yang kuat diantara nya, misal dengan orangtuanya.

Tapi selain akan ada bonding, bermain dengan orangtua juga akan menstimulasi perkembangan otak anak, perkembangan motorik kasar dan halus sang anak dan tentu saja akan membuat anak-anak akan lebih aman dan nyaman apabila dekat dengan orangtuanya.

Jenis permainan


Jenis permainan haruslah disesuaikan dengan usia anak. Anak yang usianya antara 0-12 bulan, 13-24 bulan pasti berbeda. Harus ada peningkatan di setiap rentang usia itu agar otak anak bisa berkembang secara optimal.

Nah, karena anak saya masih 12 bulan, maka saya akan mencari permainan yang cocok dilakukan oleh anak usianya dan bisa dilakukan bersama-sama.

Jenis permainan disini adalah jenis permainan yang bisa dilakukan oleh kedua pihak, bukan hanya alat permainan. Kalau dengan alat permainan, anak hanya bermain sendiri. Orang tuanya paling melihat dan mengarahkannya. Tapi bukan itu esensinya, anak tidak mengenal lingkungan nya, anak hanya mengenal benda mainan itu. 

Jadi permainan apa yang bisa dilakukan oleh anak 12 bulan?

1. Bermain bola

Ini adalah permainan yang sekarang disukai oleh anak saya, faz, dia sangat senang sekali ketika sudah melihat bola dan diapun sudah bisa mengerti bahwa bola itu ditendang dan dilempar. Permainan ini bisa dilakukan di rumah atau di lapangan dan bisa dilakukan bersama-sama.

2. Petak umpet.

Permainan ini memang biasanya dilakukan oleh anak yang sudah besar usianya, tapi ternyata permainan ini juga asyik untuk anak usia 12 bulan. Dia akan senang mencari-cari ibu atau ayah atau saudara nya yang sedang bersembunyi sambil memanggil namanya dan ketika dia menemukannya maka pelukan menjadikan hadiah bagi dia. Seru pasti apabila dilakukan bersama-sama.

3. Membaca buku.

Ini mungkin bukan sebuah permainan, tapi suatu aktivitas yang menyenangkan dan pasti dilakukan oleh orangtua dengan sang anak. Faz sangat suka dibacakan buku. Kadang ada buku yang sudah berulang kali dibaca, bagi kita yang membacanya bosan juga, tapi tidak untuk faz, dia malah akan memilih buku tersebut untuk dibacakan kembali saat waktunya membaca buku. Saya bersyukur bahwa faz sangat dekat dengan buku, walaupun belum bisa baca , tapi setidaknya faz sudah mengenal apa itu buku. Kadang ketika dia baru bangun tidur dan melihat buku tergeletak dilantai, maka dia akan langsung membawanya kemudian akan menyuruh saya atau Abi nya untuk membacakan buku tersebut. Mudah-mudahan faz nantinya akan cepat bisa baca dan dia bisa mengerti isi dari buku yang dibacanya.

4. Bermain air. 

Ini juga salah satu favorit faz. Kalau sudah waktunya mandi, pasti dia akan senang karena bisa main air. Di bak mandinya sudah saya siapkan bola dan mainan bebek-bebek yang kecil. Dia sangat senang sekali.

5. Bernyanyi

Aktivitas ini juga akan menstimulasi otak anak. Faz juga sangat senang melihat video lagu-lagu anak. Walaupun memang di usianya belum boleh untuk screen time, tapi saya suka membuka video lagu anak, agar faz mengenal bunyi dan musik. 

6. Naik ke punggung.

Kalau dalam bahasa Sunda nya yaitu main kuda-kudaan. Ini permainan yang sudah banyak dilakukan oleh para orangtua. Orang tua cukup berpose seperti kuda dan anak akan naik ke punggung orangtuanya yang selayaknya seperti seekor kuda dan akan berjalan. Dan anak pasti akan senang sekali, ini juga akan membuat anak fokus agar tidak terjatuh dari punggung.

Penutup

Permainan merupakan suatu hal yang harus terus dilakukan kepada anak sesuai usianya. Karena ini akan menstimulasi perkembangan otaknya. Tentu saja harus dilihat keamanan nya agar saat kita melakukan permainan dengan anak, maka anak akan merasa aman dan nyaman.

Banyak sebenarnya permainan yang bisa dilakukan oleh para orangtua dalam membersamai anak-anaknya. Dengan melakukan permainan bersama anak, akan membuat mood kita sebagai orangtua akan lebih senang karena mengikuti kegembiraan dalam permainan itu. 


Selamat bermain!

Alhamdulillah
-wie-

1. 

Selasa, 17 Agustus 2021

Belajar kehidupan dari anak

Foto teh Hasya sedang melakukan kegiatan ( teh Hasya yang pakai kacamata)

Senang dan terharu saat melihat teh Hasya tersenyum bahagia di tempat belajar nya sekarang. Seolah dia menikmati setiap kegiatannya. Tidak terasa bercucuran air mata ini, teringat perjuangannya menemukan sekolah yang menerima pindahan. Banyak cerita yang dia lalui. Ada tawa, tangis mengiringi perjalanan dia dan kami, saya serta suami. Tidak ada perbuatan yang sia-sia.

Ahamdulillah sekarang teh Hasya sedang berjuang mewujudkan cita-citanya di tempat yang insya allah akan menjadi titik awal perjuangannya dan mudah-mudahan Allah selalu memberikan kemudahan di setiap langkah nya.

Di Setiap kejadian ada hikmah yang besar dan baik dibalik itu semua. Memang dalam hati ada sedikit penyesalan atas apa yang telah terjadi di masa lalu, tapi kalau kita terus berpikir ke masa lalu maka kita tidak akan pernah maju. 

Teh Hasya pernah berkata, "umi, aku sudah melupakan itu semua, sekarang teteh mau fokus buat belajar dan meraih cita-cita teteh, do'a in ya umi" Ya Allah sebegitu besarnya kah hati dia, sampai-sampai dia begitu mudahnya bisa melupakan itu semua? Seberapa sakit hatinya kami saat itu dan itulah yang membuat saya tidak bisa lupa. 

Tapi dia kuat, tegar, kedewasaan berpikirnya membuat saya yakin dia akan menjadi orang yang hebat, orang yang bermanfaat bagi orang lain, orang yang selalu berempati, orang yang selalu rendah hati, dan orang yang sukses. 

Hanya do'a yang kini bisa kami lakukan mengiringi langkahnya, agar dia senantiasa diberikan  kesehatan, selalu dijaga dan dilindungi oleh Allah serta senantiasa semangat dalam belajarnya dan fokus dalam setiap langkahnya agar bisa terwujud cita-cita dan impiannya.

Pernah juga dia berkata bahwa saya terlalu overthinking. Iya, memang itulah kelemahan ku saat ini, selalu overthinking. Masalah kecil menjadi besar karena saya berpikir macam-macam dan berlebihan. Tapi dengan entengnya teh Hasya berkata "jangan terlalu dipikirkan mi, nanti stress" hmm, anak usia 16 tahun sudah tahu kata stress. Mungkin karena dia melihat uminya yang cenderung selalu berpikir keras dalam hal apapun, selalu overthinking dalam menanggapi sesuatu.

Dari dia aku belajar, semua akan mudah kalau kita anggap mudah, dan semua akan sulit kalau kita menganggapnya sulit.

Berubah menjadi orang yang besar hati adalah sulit, iya memang sulit, tidak bisa belajar sebentar, semua butuh proses dan ditempa oleh pengalaman dan  itulah yang akan membuat kita kuat dan hati kita akan luas, seluas samudera. 

Memang kalau dipikir-pikir, overthinking itu sebaiknya dihindari. Ini akan mengakibatkan kita stress dini. Bukan mencari solusi tapi akan membuat masalah baru. 

Overthinking atau berpikir secara berlebihan adalah suatu hal yang akan berdampak yang tidak baik bagi kita bahkan kesehatan kita.

Sifat overthinking yang saya alami akhir-akhir ini mungkin dampak dari pandemi yang belum juga berakhir. Dan memang itu terjadi saat mulai pandemi ini. Sebagai orang tua apalagi seorang ibu pasti akan lebih overthinking disaat seperti ini. Memang dulu tidak parah seperti ini, kalau sekarang semuanya serba overthinking dan yang sering sekali mengingatkan nya adalah teh Hasya. Dia selalu memberikan masukan kalau saya sudah mulai menunjukkan overthinking. Tapi kadang saya suka mengelak bahwa saya tidak overthinking, merasa bahwa saya biasa-biasa aja dalam menyikapi sesuatu, tapi tidak begitu yang dilihat oleh teh Hasya, oleh karena itu dia selalu ada ketika saya mulai overthinking.

Saat sekarang dia mulai masuk pesantren, dirumah seakan-akan tidak ada yang mengawasi saya, tapi saya mencoba belajar sendiri dan mengerti diri sendiri. 

Belajar kepada anak adalah hal yang luar biasa, tidak perlu malu untuk menunjukkan kekaguman kita kepada anak, tidak perlu ragu untuk meminta nasehat kepada anak kita, karena mereka hidup di jaman nya sekarang yang mungkin kita sebagai orang tua tidak mengerti atau perlu belajar lagi. 

Semoga kita para orang tua lebih mengerti akan anak-anak kita dan semoga mereka juga belajar untuk selalu menghormati kita.

Saung kayu Ihsan, Garut.

Alhamdulillah

-wie-




Minggu, 15 Agustus 2021

Pengalaman vaksin covid 19

kartu vaksin pertama



Hari rabu tanggal 11 Agustus lalu, alhamdulillah saya sudah vaksin, dan ini pemberian vaksin pertama, insya allah vaksin kedua diberikan pada tanggal 8 sepetember di tempat yang sama pada saat vaksin pertama.

Bagaimana rasanya? tentu saja campur aduk, up and down, gak karuan perasaannya kayak yang jatuh cinta ya he he
Iya memang betul, akhirnya saya memutuskan untuk vaksin dengan pemikiran yang sangat lama, mungkin saya termasuk orang yang sudah termakan hoax tentang vaksin dan satu lagi alasannya kenapa saya menunda untuk vaksin yaitu saya mempunyai riwayat penyakit tb tulang, dan setelah konsultasi dengan dokter yang menangani saya, yang mempunyai riwayat sakit tb tulang boleh divaksin, nah ketika sudah ada lampu hijau oleh dokter, bukannya semakin yakin malah semakin ragu, walaupun saya juga masih menyusui tapi saya sudah tahu kalau ibu menyusui boleh divaksin, tapi ya itu mungkin saya adalah korban hoax nya tentang vaksin. 
Saya berkali kali bertanya kepada suami, teman suami yang dokter juga dan pengalaman teman-teman yang sudah di vaksin, bagaimana reaksi sudah vaksin, pokoknya memperbanyak referensi buat di vaksin, keren ya kayak yang mau nulis tesis harus survey hehe, iya memang harus, agar niatnya kuat. Tapi ada satu yang membuat saya berpikir ulang, ketika ada jadwal vaksinasi dan hari sebelumnya saya meriang, badan panas, dan dalam otak saya wah ada alasan  nih untuk gak ikut vaksin, tapi qadarullah, sakitnya hanya satu hari dan saya langsung seger setelah nya dan saya ga punya alasan lagi untuk tidak divaksin, memang suami bertanya, bagaimana kondisi badan saya? apakah sudah fit atau baikkan? saya jawab ya udah baikkan, paling sedikit pusing, tapi badan saya gak kenapa-kenapa. dan suami bilang, ya kalau sudah baikkan vaksin aja. nah dari situ saya memutuskan, baiklah, bismillah saya ikut vaksin. 

Saat waktu vaksin tiba, pagi harinya saya makan pagi dengan menu lengkap, walapun jadwal saya jam 1, tapi sarapan tidak boleh dilewatkan. Kebetulan juga pada hari itu ada bibi dari Garut yang akan berkunjung ke Bandung. Jadi sebelum pergi ke tempat vaksin saya sebentar menemui bibi. Alhamdulillah bisa bersilaturahmi walaupun sejenak.

Kemudian pada pukul 11.30 saya langsung menuju tempat vaksin dan ternyata saat tiba disana, sudah ditutup, alias istirahat dulu. Ya, terpaksa nunggu sampai jam 1. Iya tidak apa-apa, sambil istirahat aja dan menenangkan hati serta pikiran agar tidak deg-degan saat vaksin tiba. Saat istirahat saya pergunakan buat makan cemilan dan minum yang agak banyak, karena sebelum ke tempat vaksin saya sudah makan berat pas bertemu dengan bibi tadi. Dan ternyata saya bertemu teman dan alhamdulillah bisa mengobrol sebentar sambil menunggu waktu vaksin tiba.

Dan akhirnya tiba juga waktu divakson, tepat pukul 1, pendaftaran dibuka lagi.

Ini adalah alur saat masuk ke tempat vaksin:

1. Dicek suhu, alhamdulillah suhu saya waktu itu 36.6°c.

2. Duduk di meja pendaftaran menunggu dipanggil. Setelah dipanggil saya serahkan berkas yang berisi biodata dan riwayat penyakit. Serta foto copy KTP. Dari situ sudah mulai deg-degan, entah kenapa auranya menyeramkan, padahal gak ada yang perlu ditakutkan. Hmm baiklah.

4. Setelah lolos dari pendaftaran, maka lanjut ke screening. Di meja screening, saya di ukur tekanan darahnya kemudian ditanya oleh dokter kondisi saat itu, ada keluhan, punya riwayat penyakit apa, kemudian lagi mengonsumsi obat atau tidak dan yang lainnya yang menyangkut kesehatan pribadi, dan menurut saya ini yang paling penting, kita harus jujur, tidak boleh ditutupi karena nantinya akan berlanjut ke proses berikutnya apakah lanjut vaksin, ditunda atau tidak boleh divaksin. Jadi dokter juga harus cermat mengamati kondisi orang yang akan divaksin. Alhamdulillah saya lolos dan lanjut divaksin.

5. Setelah lolos screening, maka saya masuk ke meja berikut nya yaitu meja vaksinasi. Wah ini yang membuat saya dari tadi deg-degan. Tapi alhamdulillah semuanya lancar, ya sedikit sakit seperti digigit semut. 

6. Setelah vaksinasi saya diarahkan ke meja observasi. Hal ini penting juga, karena kita diminta duduk dulu beberapa menit sambil menunggu surat vaksin keluar. Agar bisa dilihat efek vaksin beberapa saat. Baru setelah tidak ada efek atau gejala maka diperbolehkan pulang dengan membawa surat vaksin dan jadwal vaksin berikutnya.

Itulah alur yang saya ikuti saat saya melakukan vaksinasi.

Akhirnya saya pun mengalami hal ini. Hal yang memang membuat orang-orang sekarang ini ketakutan. Mungkin karena begitu banyak informasi yang berseliweran di media masa tentang vaksinasi. 
Dan memang penting edukasi kepada masyarakat tentang vaksinasi ini, agar mereka tidak begitu mudahnya menerima informasi yang belum tentu kebenarannya. Kalaupun mendapatkan informasi alangkah baiknya ditelusuri informasi tersebut, apakah benar atau tidak. Karena memang yang akan rugi kita sendiri. 

Ini adalah salah satu ikhtiar saya untuk menekan laju penyebaran virus covid-19, walaupun begitu kita tetap patuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan tentu saja menjaga iman kita. 

Oh iya, setelah pulang vaksin, tangan saya agak sedikit pegal-pegal, dan efeknya lagi jadi pengen makan terus dan ngantuk terus. Iya beda-beda setiap orang. 

Mudah-mudahan covid-19 ini segera berakhir dan kehidupan normal akan segera kembali. Aamiin.

Alhamdulillah
-wie-

Cerita Idul Adha 1443H Bismillah Halo apa kabar sahabat semua? Semoga sahabat senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan oleh Allah SWT. ...